Ah,apalah arti sebuah nama, yang penting isi hatinya dong!”
Matahari sangat menyengat hari ini.Tidak seperti biasanya. Mungkin karena aku pulang agak cepat dan merasakan keadaan ini. Panasnya sinar matahari itu menusuk kulit
sampai ke dalam dagingku,dan terus menghujaniku dengan cahaya UV-nya yang merusak. Sementara itu, aku mencari tempat sejuk untuk melepaskan lelah. Tapi
ternyata, lautan sinar itu telah menjajah tempat ini. Terpaksa aku harus berpanas-panasan ria.
Aku duduk termenung sambil meletakkan telapak tangan di atas kepala,mencegah cahaya yang mulai mendidihkan otak. Sekalian menunggu teman-teman tongkronganku
yang belum datang.Tiba-tiba seorang gadis cantik berdiri tepat di hadapanku dan sekaligus menghalangi panas yang menyengat itu. Aku berharap agar dia tetap di sana.
“Asyik, nih jadi adem deh dunia,” kataku sambil menggoda, karena ia kebetulan satu sekolah denganku.
“Eh,sorry,ngalangin, ya?”
“Ah, enggak malahan kamu nolongin.”
“Bohong,ah! Jelas-jelas kamu lagi lihat cewek di seberang jalan itu!” Sambil menunjuk ke cewek yang ada di seberang jalan, menyangka kalau aku benar- benar terhalangi
olehnya. Padahal aku pun tak tahu bahwa ada gadis lain di seberang jalan itu.
“Yah, nggak percaya! Kamu membendung panas matahari yang mengenaiku ini, makanya aku bilang kalau kamu itu nolongin aku.”
“Ooo... kalau begitu, aku minta maaf sekali lagi!” Gadis itu menyodorkan tangan kecilnya padaku.
Jumat, 12 Desember 2008
Langganan:
Komentar (Atom)
.jpg)